Selamat Datang

Terima kasih telah berkenan mengunjungi blog ini.

Saya berharap dapat memberikan apa yang terbaik dan menjadi sahabat bagi Anda sekalian.

Bukan Kepergian Hakiki

Kematian bukanlah kepergian murni, bukan pula kefanaan hakiki.

Kematian hanya sekedar terputusnya hubungan ruh dengan badan.

( Al Fawz al-'Azhim ).

Hakekat Hidup

Seorang-seorang mereka datang dan seorang-seorang mereka pergi.
Dan yang belum pergi dengan cemas-cemas menunggu saat nyawanya entah ke mana.

( Bukan Pasar Malam by Pramoedya Ananta Toer ).

Anak Yatim

Anak yatim bukanlah yang ditinggal mati orangtuanya lalu hidup sedih dan terlantar.

Tetapi, anak yatim adalah karena ditinggal orang tuanya yang selalu sibuk di luar rumah.

( Ahmad Syauqi, Amir asy-Syu'ara ).

Tangis Tawa

Aku memang manusia
Yang takkan mungkin harus selalu putih
Aku pun tak ingin terlukis hitam lagi
Biarlah hidup berjalan lagi apa adanya

( Hitam Putih by Dewa 19 ).

Monday, May 07, 2012

Se Abrek OS dengan MultiSystem

Baru tahu kalau di dalam flashdish bisa diisi beberapa OS yang siap untuk di Boot secara langsung. Terinspirasi dari bacaan majalah InfoLinux 06/2011 , saya mencoba mempraktekkannya di OS Ubuntu saya. Jangan lupa siapkan flashdisk dengan ukuran + 4 GB.

OS yang saya masukkan ada 3 ( tiga ) buah.
( Ubuntu 10.10 ; DrWebLiveCD, dan SystemRescue ).

Berikut sekilas perjalanan ( proses ) pembuatan multiboot OS nya

Persiapan 

- Download aplikasinya di http://liveusb.info ( untuk yang 32bit ), untuk yang 64bit di sini. Atau download via terminal.

- Untuk download via terminal , lakukan langkah sebagai berikut :
Buka terminaldan masuk sebagai root ( sudo su )
apt-add-repository 'deb http://liveusb.info/multisystem/depot all main'
Lanjutkan 
wget -q http://liveusb.info/multisystem/depot/multisystem.asc -O- | sudo apt-key add - 
Lakukan update,
sudo apt-get update
Instal Multisystem,
sudo apt-get install multisystem 
 
Format ! 
 
Format flashdisk ke FAT32 ( dengan aplikasi GParted atau sejenis ) 
 
  
Install OS
 
Jalankan aplikasi , Applications - Accessories - MultiSystem
 

 Pilih flashdisk yang telah diformat, kemudian klik confirm


Masukkan password Anda


Jika flashdisk belum diberi Label, akan muncul peringatan berikut


Klik OK, kemudian cabut flashdisk dan pasang kembali.
Buka kembali aplikasi Multisystem.
Klik OK pada dua pertanyaan yang ditampilkan.



Masukkan OS yang akan dipakai dengan mengklik arah panah ke bawah


Akan tampil file-file anda, cari iso OS yang hendak Anda tambahkan, untuk menambahkan OS cukup klik 2x file iso OS Anda dan pastikan muncul di list sebelah kiri.


Untuk menambah kembali OS yang dikehendaki , klik ikon berikut


Ulangi sesuai jumlah OS yang dikehendaki, kemudian klik Create.
Tunggu proses copy OS ke flashdisk, lamanya tergantung seberapa banyak OS yg dimasukan.


Selesai.


Sekarang di dalam flashdisk telah terisi 3 ( tiga ) OS yang siap diBoot langsung ke PC.
Nih , tampilan awal multisystem yang berhasil saya instal.



Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.

http://liveusb.info/dotclear/index.php?pages/install
Referensi http://liveusb.info/dotclear/index.php?pages/install
               InfoLinux 06/2011

Sunday, May 06, 2012

Lagi Ngangsu neng Sumur ( Jelok )

Di daerah saya , Gunung Kidul DIY yang cukup tandus , susah untuk mendapatkan air. Tapi sekarang keadaan sudah sedikit bergeser. Hampir setiap rumah mempunyai bak penampung air, biarpun ada isinya jika musim hujan tiba. Kadang ada pula yang membeli air dari mobil penjual air ( tangki - tangki ). Ada proyek membendung air di kali ( sungai ) juga tidak bertahan lama ( maklum pada ga sabaran mengelola ).

Kebiasaan ngangsu ( mengambil air dengan tong ke sumur ) masih berlangsung. Untuk kebutuhan air minum . orang di kampung saya masih fanatik untuk meminum air dari sumur. Jadi kebiasaan ngangsu ini masih berlangsung. Di kampung saya yang namanya sumur itu ga ada, jadi harus ke kampung sebelah ( Jelok ) yang jaraknya cukup jauh ( sekitar 5 km ). Sumur di kampung sebelah itu mencapai kedalaman hampir 20 meter. Setelah ditimba , air dimasukkan ke tong ( di kampung dinamakan blek ) sampai penuh. Kadang orang yang ngangsu mengisi bak air lalu dipakainya untuk mandi ( tapi rumah juga gobyos lagi ). Membawa air dengan kapasitas 20 liter ( per jrigen ) cukup menguras tenaga, tapi apa boleh buat. Maka , bagi kita generasi penerus selalu diwanti - wanti agar tetap menjaga lingkungan , sehingga sumber air bersih tettap terpelihara.

Mari selalu jaga kelangsungan hidup dengan lebih bijak !

Salam.

Saturday, May 05, 2012

Kapan Nggonmu Rasul ?


Jadi teringat jamannya sekolah dulu. Biasanya kalau musim panen sudah selesai di tempat saya Dusun Jethis, Pacarejo, Semanu, Gunung Kidul, DIY diadakan acara bersih dusun ( rasulan ). Sepulang sekolah teman - teman seperjuangan pada main ke rumah ( sekedar main dan minta jatah makan .... a hi hi ). Akan tetapi sekarang tidak memandang waktu habis panen ( mengingat sudah terjadi Global Warming ) , malah sekarang waktunya dipepetin dengan acara 17 Agustusan ( mungkin biar irit ). 


Rasulan di tempat saya diadakan pada hari Jum'at Legi. Tak lupa kalau nonton kethoprak atau wayang, jajan Mie Ayam Mbah Soyo ( hargane dulu 1500 rupiah ). Banyak pula pedagang kaki lima dadakan.

Apa itu Rasulan ?

Rasulan merupakan salah budaya masyarakat di wilayah Gunungkidul, ditempat lain ada yang bernama bersih dusun / desa atau merti dusun / desa. Rasulan merupakan wujud rasa syukur petani kepada Sang Pencipta Allah SWT atas limpahan hasil panen selama setahun. Rasulan dilaksanakan setelah panen raya atau biasanya setelah musim kemarau datang.
Rasulan dilaksanakan oleh padukuhan / dusun atau beberapa kelompok padukuhan/dusun, setiap padukuhan atau kelompok padukuhan biasanya sudah memiliki hari istimewa tertentu untuk melaksanakan Rasulan.
Dalam mengisi kegiatan Rasulan biasanya juga dipertunjukkan berbagai macam pentas kesenian tradisional mulai dari jathilan, reog, doger, kethoprak, wayang kulit, gunungan dan juga untuk kegiatan olahraga seperti Bola Volly dan sepakbola.
Prosesi yang paling istimewa adalah kenduli ingkung ayam kampung dan nasi uduk yang menurut filosofi jawa banyak arti tentang Nasi Uduk (sekul suci / sego wuduk ), ingkung ayam (ulam sari).


Sisi Agama

http://tpacwiswa.blogspot.com/2010/09/jathilan.html


Terlepas dari kegiatan seni dan budaya di atas Rasulan memiliki nilai ibadah yang cukup tinggi, diantaranya silaturahmi dan shodaqoh. Ketika Rasulan tiba warga yang merayakan jelas mengundang teman dan saudara serta pasti di rumah juga menyiapkan makanan yang paling istimewa untuk disajikan kepada tamu.
 


Dalam Islam menyebutkan “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.”( sabda Rasulullah Shallallahu’alahi Wasallam).

Hadist lain :
Nabi saw bersabda : Maukah kalian aku tunjukkan akhlak yang paling mulia di dunia dan diakhirat? Memberi maaf orang yang mendzalimimu, memberi orang yang menghalangimu dan menyambung silaturrahim orang yang memutuskanmu” (HR. Baihaqi)

Belum tentu kita bisa mengundang teman atau saudara dengan disiapkan hidangan istimewa untuk dapat dinikmati seperti pada acara rasulan, budaya ini sungguh luar biasa nilai ibadahnya. Kita berbondong-bondong untuk menghadiri teman atau saudara yang sedang rasulan itu juga dapat kita maknai sebagai silaturahmi.

 
omah jethis
 
Kita menyiapkan hidangan pastinya bukan berniat untuk dibuang atau hanya untuk dipajang tetapi kita pasti berniat untuk disuguhkan kepada para tamu.
 





"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami akan memberi kepadanya pahala yang besar.'' "(QS An Nisaa [4]: 114).

Sehingga tidak perlu kita memperdebatkan tradisi ini, tetapi yang perlu kita luruskan adalah makna dari rasulan yaitu : 
   1. Wujud Syukur atas limpahan rejeki
   2. Bentuk silaturahmi dengan teman dan keluarga
   3. Wujud dari shodaqoh.

dari berbagai sumber