Saturday, July 20, 2013

Riuh Tabuhan

Sesuatu yang belum pernah ku temui , kini hadir , mengusik diri.

Yah , semenjak 13 tahun yang lalu.

Semenjak kaki ini menginjak bumi Jakarta , setiap malam bulan Puasa , di awal.

Di awal , yah , di awal.

Hampir setengah bulan di awal.

Para santri dadakan , dengan senang , penuh riuh.

Menabuh , menyuarakan bebunyian. Sahur , sahur , sahur.

Kaleng bekas kue , papan penggorengan , yang biasanya menemani emak bikin menu takjil.

Berubah laksana parade drumband.

Mengusik tidur , manusia Jakarta.

Membuat mimpi buyar , seketika.

Namun kini ,

Di tahun ini , 2013

Parade santri kontemporer itu laksana tenggelam.

Tenggelam premature , sangat , sangat di awal.

Tergerus teknologi , yang konon maju , modern.

Oh...

Riuhmu , aku rindu.


-----
Salam;






2 comments:

  1. postingan ini tentang puisi kali ya teman?

    ReplyDelete
  2. Sekedar unek - unek Bang angthienyang.
    Terimakasih telah berkunjung.
    salam kenal

    ReplyDelete