Rabu, April 11, 2012

Sistem Pengapian Konvensional


Pada kesempatan kali ini saya akan mengulas mengenai sistem pengapian pada mobil. Sistem pengapian ini diaplikasikan untuk mobil dengan sistem 4 tak ( langkah ).










Fungsi Sistem Pengapian



Fungsi dari sistem pengapian pada kendaraan adalah menyediakan percikan bunga api listrik pada busi untuk membakar campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar pada akhir langkah kompresi. Gambar di bawah adalah diagram sistem pengapian konvensional pada mobil
 

Berikut penjelasan singkat dari komponen sistem pengapian sesuai gambar di atas
 
     Baterai (Battery)
Sebagai sumber arus listrik dengan tegangan rendah (12 Volt). 
Kunci Kontak (Ignition Switch)
Untuk memutus atau menghubungkan arus listrik dari baterai ke koil. 
Koil (Ignition Coil)
    Menaikkan tegangan dari 12 Volt tegangan battery menjadi tegangan tinggi yang besarnya 10.000 – 20.000 Volt.
     Kontak pemutus/platina (breaker point) letaknya di dalam distributor.
Untuk menghubungkan dan memutuskan arus primer dari baterai ke kunci kontak ke koil sampai ke massa.

     Condensor/kondensator (condensor)
Untuk menyimpan induksi sendiri pada kumparan primer koil yang besarnya 300 – 400 Volt, mencegah percikan bunga api pada platina, serta mempercepat penuhnya arus primer pada saat platina menutup.
 
     Distributor
Berfungsi membagikan (mendistribusikan) arus tegangan tinggi yang di hasilkan (dibangkitkan) oleh kumparan skunder pada koil ke busi pada tiap- tiap silinder sesuai dengan urutan pengapian.
 
Bagian- bagian ini terdiri dari:
-       Cam (nok)
Membuka breaker point (platina) pada sudut cam shaftt yang tepat untuk masing-masing selinder.
-       Centrifugal governor advancer
Memajukan saat pengapian sesuai dengan putaran mesin
-       Vacuum Advancer
Memajukan waktu pengapian berdasarkan kevakuman pada intake manifold.

-       Distributor Cap
Membagikan arus listrik tegangan tinggi dari rotor ke kabel tegangan tinggi untuk masing- masing selinder.

g   Kabel tegangan tinggi
               Mengalirkan arus listrik tegangan tinggi dari koil ke busi  
              Busi
Memercikkan bunga api listrik di ruang bakar pada akhir langkah kompresi sehingga terjadi pembakaran campuran bahan bakar dan udara

Cara kerja 
 
Arus primer :
Kondisi ketika kontak point ( platina ) sedang terhubung.
Arus ditunjukkan dengan warna merah.
Battery -> Fuse -> Kunci kontak -> Kumparan primer koil -> platina -> massa.
Pada kondisi ini terjadi kemagnetan pada kumparan primer koil. Arus terus mengalir selama Platina terhubung ( diukur dengan dweel angle ).

Arus sekunder :
Kondisi ketika Platina terputus hubungannya.
Ketika platina terbuka, arus primer tiba - tiba berhenti. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya arus induksi yang terjadi pada kumparan sekunder. Arus yang terjadi mempunyai tegangan yang tinggi ( 20kV ) dan diteruskan ke Busi dengan perantara kabel tegangan tinggi.
Arus ditunjukkan dengan warna biru.
Kumparan sekunder koil -> kabel tegangan tinggi -> tutup distributor -> rotor distributor -> kabel busi -> Busi -> massa.
Pada kondisi ini terjadi percikan bunga api pada busi.

Catatan :
Pada posisi cranking ( starter ) , arus dari Battery langsung menuju ke koil tanpa melalui balast resistor.

Nantikan pembahasan mengenai sistem pengapian yang lebih modern selanjutnya.
Tetaplah di maslasno.blogspot.com.
Demikian dan semoga bermanfaat.














0 comments

Poskan Komentar